Pondok MTs Al-Inaaroh Padukan Kitab Kuning dan Bahasa Jawa

Home  »  ArtikelInfo   »   Pondok MTs Al-Inaaroh Padukan Kitab Kuning dan Bahasa Jawa

WONOTUNGGAL – Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini menyaksikan sebagian kelompok Islam yang ingin menggantikan dasar negara RI. Mereka ingin mengganti ideologi negara ke sistem khilafah. ”Mereka mengganggap Pancasila dan UUD adalah sistem kafir dan thogut. Pemahaman itu muncul karena pemahaman keagamaan yang tekstual dan kaku serta mengarah pada paham radikalisme dan fundamentalisme.

Padahal radikalisme dan fundamentalisme agama tidak sesuai dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, karena Indonesia adalah negara yang terdiri dari suku, ras, budaya dan agama yang plural,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren-Mts Al-Inaaroh KH Muhammad Luthfi di sela-sela peresmian pondok yag berada di Desa Brayo,Wonotunggal, Batang, kemarin.

Dia menuturkan, pendidikan formal dan pesantren adalah jalan untuk memotong pemahaman keagamaan radikal dan fundamental. Sejak pendidikan pertama hingga perguruan tinggi peserta didi kharus ditanamkan pemahaman keagamaan yang terbuka, menerima adanya perbedaan. Ketika dasar itu sudah kuat, maka mereka tidak gampang untuk goyah kepemahaman yang ekstrem. “Pendidikan dan pesantren adalah kawah candradimuka dalam membentuk insan-insan yang moderat dan mampu berpikir jernih,” tandas KH Muhammad Luthfi diampingi Humas Ubbadul Adzkiya.

Dia menuturkan, pesantren melalui kajian kitab kuningnya mengajarkan santri-santri yang terbiasa dengan perbedaan pendapat. Mereka biasa disuguhkan dengan khilafiyah dalam fikih.

Jadi Tradisi

Dengan demikian tanpa sadar perbedaan adalah keniscayaan yang telah menjadi tradisi mereka, ketika mereka terjun di masyarakat umum mereka dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pesantren melalui kitab kuningnya adalah laboratorium pemikiran moderat, sudah menjadi kebiasaan santri ketika di pesantren berselisih pendapat dalam masalah hukum. Dalam konteks bernegara santri sudah final, NKRI adalah sebuah kesepakatan bulat ulama dan founding father,” tegasnya.

MTs Al Inaaroh didirikan untuk ikut berperan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, melalui program unggulan kitabkuning dan bahasa jawa diharapkan akan mencetak cendekiawan muslim yang moderat dan santun.

Ubbadul Adzkiya’ menambahkan, dengan kitab kuning akan mengantarkan siswa menjadi insan mampu mempelajari Islam dengan mendalam melalui kitab-kitab klasik khazanah ulama. Sehingga dengan kajian yang mendalam mereka tidak terjebak dalam radikalisme dan fundamentalisme.

Adapun dengan Bahasa Jawa akan menjadikan siswa-siswa yang santun dapat menghormati orang yang lebih tua dan mampu menjaga tradisi warisan nenek moyang. “Kitab Kuning adalah benteng pemahaman agama yang radikal dan fundamental dan Bahasa Jawa adalah cara mendidik untuk menjadi masyarakat yang santun. Jangan sampai orang jawa hilang jawanya” tandas Ubbadul.

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pondok-mts-al-inaaroh-padukan-kitab-kuning-bahasa-jawa/

Posted on
Categories : Categories Artikel, Info
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial