Mendesign Lingkungan Untuk Anak

Home  »  Artikel   »   Mendesign Lingkungan Untuk Anak

Dalam pengertiannya lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia, baik berupa materi maupun immateri. Lingkungan terbagi menjadi dua yaitu lingkungan biotic (hidup) dan lingkungan abiotik (tak hidup). Bila anda berada dalam sebuah taman yang luas dan indah, pohon-pohon yang rindang, tumbuhan perdu, bunga-bunga yang cantik, ikan-ikan yang berenang di kolam, dan manusia-manusia yang bersama anda menikmati keindahan taman, itu merupakan lingkungan biotik. Sedangkan kursi taman, air mancur, kolam ikan, jalan setapak yang tertata rapi disebut lingkungan abiotik taman tersebut. Secara umum lingkungan adalah segala hal yang berada diluar diri anda, yang dapat anda pelajari karakteristiknya agar anda tahu bagaimana anda harus bersikap dan membawa diri anda. Lingkungan yang berhubungan dengan manusia lain sering disebut sebagai lingkungan sosial karena disitu terjalin sebuah hubungan antar manusia yang bersosialisasi yang biasanya memiliki tatacara dan aturan-aturan tidak tertulis yang menjadi kesepakatan bersama. Lingkungan sosial inilah yang dalam banyak hal berpengaruh terhadap kepribadian dan sifat-sifat anda, mempengaruhi cara berpikir dan bertindak anda, gaya hidup anda, bahkan keyakinan anda akan sesuatu. Pernahkah anda merasa bukan diri anda sepenuhnya saat berada di lingkungan social tertentu? Hal ini terjadi karena besarnya tekanan lingkungan terhadap kontrol diri anda sendiri.

Secara umum skenario adalah urutan cerita yang disusun oleh seseorang agar suatu peristiwa terjadi sesuai yang diinginkan. Penulis skenario disebut kreator dan bila terdiri atas sekelompok orang disebut tim kreatif. Skenario berfungsi sebagai tolak ukur atau peta jalan (road map) yang harus ditempuh, harus terlaksana, harus terjadi agar tujuan tercapai. Sebuah cerita yang terangkai indah dari prolog menuju inti cerita dan disudahi dengan tampilan epilog yang mengesankan bisa terjadi karena adanya skenario. Lalu apakah lingkungan bisa terskenario?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, marilah saya ajak anda mengenal apa itu lingkungan terskenario? Lingkungan terskenario adalah segala sesuatu baik berupa aspek biotik maupun abiotik disekitar manusia yang disusun sebagai sebuah urutan yang menjalin cerita agar tercapai sebuah peristiwa yang diinginkan. Sampai disini mudah-mudahan anda paham kalimat saya. Mudahnya, untuk membuat roti mengembang sempurna anda harus memilih bahan-bahan berkualitas, pemanasan yang tepat, komposisi takaran yang pas, dan ditangani oleh tangan-tangan terampil. Demikian halnya dengan lingkungan pendidikan perlu skenario, diatur sedemikian rupa, dikontrol terus-menerus, dievaluasi berkesinambungan, diolah oleh tangan-tangan dan hati yang penuh cinta yang pada endingnya menelorkan hasil pembelajaran yang baik dan sesuai keinginan orang tua dan pendidik.

Pendidikan di negeri ini terlembagakan melalui sekolah-sekolah. Sekolah menjadi pucuk harapan orang tua atas pendidikan anak-anak mereka, yang menjadikan sekolah memiliki tanggung jawab besar terhadap perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik anak. Pengelola sekolah mau tidak mau harus melakukan sesuatu yang cerdas, solutif dan aplikatif dalam rangka mengemban tanggung jawabnya sebagai mandataris orangtua murid.

Sekolah sebagai lingkungan

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran anak dibawah pengawasan guru. Sekolah merupakan pilihan sistem pendidikan formal dibanyak negara yang berjenjang dan anak mengalami kemajuan pendidikan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama sekolah ini sangat variatif, namun pada dasarnya terbagi menjadi dua, sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Sebagai tempat pengajaran, sekolah adalah tempat bertemunya guru dan murid, tempat terjadinya transfer ilmu pengetahuan. Demikian pengertian secara an sich (murni). Dalam perjalanannya sekolah lebih jauh menciptakan sebuah lingkungan baru bagi anak-anak diluar lingkungan rumahnya. Lingkungan biotik yang terdiri atas guru, murid, karyawan dan kepala sekolah dan lingkungan abiotik yaitu gedung sekolah, lapangan olahraga, ruang kelas meja dan bangku, masjid, ruang computer, alat-alat tulis, alat kebersihan dan sebagainya.

Sebagai tempat untuk mentransfer pengetahuan dan tempat untuk mendidik anak, tentu saja perlu dikembangkan sebuah skenario untuk membuat lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang sehat dan nyaman ditinggali. Kenapa demikian? Karena untuk menyerap ilmu dari guru, seorang murid butuh konsentrasi dan pengamatan yang focus dan salah satu cara meningkatkan konsentrasi dan focus pada sesuatu adalah lingkungan yang sehat dan nyaman.

Sekolah dikatakan sehat bila memenuhi 5 komponen sehat yakni sehat secara fisik, psikis, social dan spiritual. Karena itu disusun 5 kriteria utama sekolah sehat yaitu pertama, adanya program pendidikan dan pelayanan kesehatan (health education and treatment); pendidikan kesehatan bisa diajarkan melalui kurikulum pelajaran atau kunjungan dokter ke sekolah maupun lewat ekstrakurikuler(dokter kecil; umpamanya) bekerjasama dengan puskesmas setempat atau dengan perusahaan alat kesehatan. Upaya-upaya pelayanan bisa dilaksanakan maksimal bila sekolah memiliki ruang UKS sebagai sarana pertolongan pertama pada kecelakaan. Adanya strata standar yaitu air bersih, tempat cuci tangan, WC yang berfungsi (ratio 1:20), tempat sampah, halaman bermain, bebas jentik, ruang kelas (ratio 1: 1,75 m2/anak), program kawasan tanpa rokok. Kedua, makanan sehat (healthy eating); program suplemen dan makanan tambahan dan pemilihan mitra katering yang memperhatikan takaran nilai gizi untuk anak usia sekolah. Ketiga, pendidikan olahraga (physical activity); lapangan olahraga yang memadai untuk melatih dan mengasah pertumbuhan fisik anak yang diajarkan melalui kurikulum dan program Senam Kesegaran Jasmani. Keempat, pendidikan mental (emotional health and well being); merupakan pendidikan yang sangat penting diberikan untuk membekali anak ke jenjang pendidkan berikutnya dalam kecerdasan emosional. Adanya ruang konsultasi psikologis anak juga sangat membantu orang tua mengontrol perkembangan anaknya atau mengadakan program kerjasama dengan fakultas psikologi universitas ternama ynag secara periodik memberikan pelatihan spiritual. Kelima, lingkungan sekolah sehat dan aman (safe and healthy environment). Lingkungan sekolah sehat adalah suatu kondisi yang dapat mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal dan membentuk perilaku hidup sehat serta terhindar dari pengaruh negatif.

Selain lingkungan sehat, lingkungan sekolah yang nyaman ditinggali menjadi salah satu komponen pendukung sukses pembelajaran. Nyaman bukan berarti mewah, megah dan terkesan mahal. Kemewahan dan kemegahan sebuah sekolah akan menjadi nilai lebih yang merupakan kepiawaian pengelola untuk mengatur tata letak dan tekstur warna gedung. Kriteria sekolah yang nyaman diantaranya memiliki lapangan bermain yang bisa digunakan untuk upacara atau pentas seni; pepohonan rindang sebagai penghasil oksigen sebagai zat pendukung kecerdasan anak; sistem sanitasi dan sumur resapan air gunanya untuk mengalirkan air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor dan berbahaya bila didiami jentik-jentik nyamuk; tempat pembuangan sampah (pemisahan sampah organik dan an organik, sampah kering dan sampah basah); lingkungan sekitar sekolah yang mendukung proses pembelajaran umpama jauh dari pabrik, jauh dari tempat pembuangan sampah yang berpolusi udara; dan bangunan sekolah yang kokoh dan sehat, seperti memiliki fentilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang kelas yang ideal.

Guru sebagai lingkungan abiotik

UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 8 menyatakan, “Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional”. Sejalan dengan UU Pendidikan tersebut maka guru profesional harus memiliki sedikitnya tiga kompetensi yaitu kompetensi kognitif, kompetensi afektif, dan kompetensi psikomotor.

a) Kompetensi kognitif

Hal ini berarti guru harus memiliki kemampuan memotivasi dan membangkitkan gairah belajar pada siswanya serta berkemampuan mentransfer menukarkan ilmu (cognitive strategy/kiat akliah)

b) Kompetensi afektif

Seorang guru harus memiliki self konsep atau konsep diri yang berarti totalitas sikap dan persepsi. Sikap efikasi diri dan efikasi kontekstual seseorang mengenai dirinya sendiri dan penerimaan terhadap diri sendiri dan diri orang lain.\r\nc) Kompetensi psikomotor

Guru harus memiliki kompetensi psikomotor yang relevan dengan tugasnya. Guru harus sedikitnya memiliki 2 macam kecakapan yaitu kecakapan ekspresi verbal dan non- verbal yang bersifat umum dan kecakapan ekspresi verbal dan non- verbal yang bersifat khusus.

Selain tiga kompetensi diatas seorang guru harus memiliki pekerti akhlak dan bisa memberikan keteladanan yang baik bagi murid-muridnya. Kehidupan ruang guru juga perlu dikontrol agar hubungan kerja tidak hanya bersifat professional namun bersifat ketawadlu’an. Menanamkan tawadlu’ dalam hubungan kerja antar teman sejawat itu tidak mudah, karena rasa gengsi dan ego masing-masing yang masih besar. Karena itulah, tata aturan tawadlu’ kehidupan kantor harus diterapkan sejak awal agar membudaya dalam sekolah. Education is imitating, pendidikan adalah meniru. Penerapan ketawadlu’an antar guru diharapkan menular dan dapat ditiru anak-anak.

Ini menyangkut pendidikan akhlak sebagai unsur spiritualitas anak. Sebuah penelitian di sebuah sekolah Jawa Barat dengan metode keteladanan dari guru misalnya kelembutan dan kasih sayang, banyak senyum dan ceria, lemah lembut dalam tutur kata, disiplin ibadah, dan menghias diri dengan tingkah laku mulia ternyata mempengaruhi 44,49 % akhlak anak didiknya.

Bila diasumsikan dengan keberhasilan anak dalam pendidikan akhlak maka membuat lingkungan terskenario baik lingkungan biotic maupun abiotik akan menaikkan prosentase keberhasilan anak diatas 80%, karena variable yang digunakan 2x lipat daripada hasil penelitian itu.

Diakhir tulisan ini dengan kerendahan hati saya akan menyitir sebuah pesan dari Allah SWT untuk kita dalam Al Qur’an

“Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka” (Muhammad:2)

Salam al-madinah

Posted on
Categories : Categories Artikel
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial